MERAJUT UKHUWWAH – MENEBAR SUNNAH
Selamat Datang di Majalah Dinding (MADING) "PesanTrend" kami <><><><><> Wadah kreativitas jurnalis santri (IJSMM) untuk meningkatkan semangat menulis dan berkreasi. <><><><><><><><><><> Semua karya disini adalah hasil olah-tangan jurnalis santri yang sedang belajar menekuni jurnalistik. Kritik dan saran untuk kebaikan kita bersama, senantiasa kami terima dengan tangan terbuka dan lapang dada....Akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati sajian kami.......
Salurkan Bantuan Anda Untuk Pembangunan PERLUASAN MASJID AL-MANAR
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pastisipasinya.


Kamis, 14 April 2016

PELEPASAN DAN WISUDA SANTRI AL-MANAR ANGKATAN KE-20


Pelepasan sekaligus wisuda santri angkatan ke-20 tahun ajaran 2015-2016 yang dilaksanakan hari ini (Kamis, 14/4/16) berlangsung hangat dan meriah. Semua orang tua dan wali santri datang menghadiri acara perpisahan santri semenjak pagi hingga sore hari bertempat di aula Ma’had, bahkan ada yang datang sehari sebelum acara dilaksanakan.
Dengan dipandu 2 santriwati (Ika dan Wika) yang menggunakan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia, acara demi acara berlangsung hangat dan meriah bercampur haru. Dalam sambutannya, Ust. Mustain selaku bagian kesantrian  mengajak kepada seluruh santri, khususya santri yang akan meninggakan Ma’had Al-Manar supaya mereka tetap merawat dan menjaga sikap ketaqwaan karena dengan ketaqwaan itulah akan membuahkan kebaikan.
“Jika kalian tetap bertaqwa kepada Allah maka Allah akan memberikan solusi terhadap semua kesulitan kalian secara tidak disangka-sangka. Dan tanda Allah akan memberikan kebaikan kepada kalian adalah Allah akan memberikan pemahaman terhadap agama.” demikian ungkap ust. Mustain secara menyitir satu Firman Allah dalam surat At-Talaq ayat 2-3 dan sabda Rasulullah SAW.
Demikian pula tausiyah yang disampaikan Buya Abdullah Shoefie selaku Mudir Ma’had Al-Manar yang menekankan kepada para alumni untuk tetap terus belajar dan menuntut ilmu karena hanya orang yang berilmu sajalah yang memiliki rasa khasy-yah (QS. Fatir : 28, red) lantaran dengan rasa khasy-yah itu itulah orang yang berilmu akan terhindar dari kedurhakaan dan kemaksiatan.
“Ketahuilah wahai anak-anaku, ilmu itu adalah penghibur sejati di kala sepi. Ia adalah pendamping setia ditengah-tengah teman setia kalian. Tasbihnya penuntut ilmu adalah dikala dia bermudarrasah (mengulang-ulang pelajaran), sampai-sampai ikan di lautan pun selalu memohonkan ampunan kepada orang yang berilmu (penuntut ilmu).”
“Wahai anak-anakku, jika kalian selalu menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu tadi kepada mereka yang membutuhkan maka itulah pertanda kalian telah mendekat diri kalian kepada Allah. Kerena itu jika ingin lebih dekat kepada Allah, sampaikanlah ilmu itu kepada yang membutuhkan. Ketahuilah pula, ilmu akan menghidupkan hati yang mati dan gersang.” demikian Buya Abdullah Shoefie memberi wejangan kepada semua yang hadir, terutama para santri yang sedang menuntut ilmu.
Kegiatan yang dikawal oleh ust. Qodri dan Ust. Faizal Chakiem kali ini menampilkan background alam dan air terjun yang dikemas dalam paduan warna hutan tropis. Tak ketinggalan pula pidato 3 bahasa, nasyid dari santri MDT serta pesan dan kesan ikut pula di dalam mengisi acara perpisahan tahun ini.
Dari 18 santri yang di wisuda, ada 3 santri yang memperoleh ranking tertinggi masing-masing Rifqi dengan rata-rata nilai 8,35 sebagai ranking pertama, dilanjutkan Heri pada ranking kedua dengan rata-rata nilai 7,96 dan Mursalinah sebagai ranking ketiga dengan rata-rata nilai 7,46. Para santri yang di wisuda tahun ini banyak yang akan melanjutkan pendidikannya ke Jakarta, Jogjakarta dan Palembang. (QQ dan tim MADING “PesanTrend”)
 




 
 
 












Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Berikanlah Komentar Anda Disini Dengan Sopan dan Baik

BERITA KAMI DI FACEBOOK

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...