MERAJUT UKHUWWAH – MENEBAR SUNNAH
Selamat Datang di Majalah Dinding (MADING) "PesanTrend" kami <><><><><> Wadah kreativitas jurnalis santri (IJSMM) untuk meningkatkan semangat menulis dan berkreasi. <><><><><><><><><><> Semua karya disini adalah hasil olah-tangan jurnalis santri yang sedang belajar menekuni jurnalistik. Kritik dan saran untuk kebaikan kita bersama, senantiasa kami terima dengan tangan terbuka dan lapang dada....Akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati sajian kami.......
Salurkan Bantuan Anda Untuk Pembangunan PERLUASAN MASJID AL-MANAR
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pastisipasinya.


Kamis, 16 Mei 2013

PELEPASAN WISUDAWAN/WATI ANGKATAN XVII TAHUN 1434 H = 2013 M


Bertempat di aula Ma’had Al-Manar, buya Abdullah Shoefie selaku Mudir (pimpinan) Ma’had Al-Manar secara resmi melepas santriwan dan santriwati angkatan XVII tahun ajaran 2012-2013 pagi tadi (Kamis, 16/5/13).

Acara pelepasan yang di mulai pukull 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh para wali santri, masyarakat pemerhati pendidikan Ma’had Al-Manar, Pengurus dan Pendiri Yayasan Al-Manar, Kepala Desa Karang Mendapo dan para ustadz-ustadzah serta beberapa alumni Al-Manar.

Dalam kata sambutannya, ustadz Musta’in selaku pengasuh dan kesantrian menekankan supaya para santri yang sudah tamat untuk tidak berbuat sombong di manapun berada.

“Jadilah kalian sebagaimana Rasul/Nabi Musa a.s yang belajar kepada Nabi Khidir a.s.. Meskipun  Rasul/Nabi Musa a.s sudah memiliki berbagai ilmu namun dia masih belajar kepada Nabi Khidir a.s.” ujar ustadz yang sering berkeliling asrama, membangunkan para santri menjelang sholat subuh ini.

Sementara Kades Karang Mendapo, Muh. Rusdi di dalam sambutan mengajak agar para santri yang sudah tamat dari Al-Manar ini untu tetap terus menorehkan prestasinya di masyarakat.

“Bibit yang bagus itu akan dapat hidup dimanapun berada, meski di atas batu cadas sekalipun. Dunia sekarang sudah terbelah menjadi dua, ada dunia nyata, ada pula dunia maya” tutur Kades Karang Mendapo yang doyan dumay (dunia maya, red) ini sehingga mendapat tepuk sorak dari para santri.

Puncak acara berupa tausiyah perpisahan yang disampaikan buya Abdullah Shoefie sempat disinggung perbedaan secara umum Pondok Pesantren Al-Manar dengan ponpes lain yang ada di Kabupaten Sarolangun ini.

“Kalau di pesantren lain, pimpinannya, sekretarisnya, bendaharanya dan lainnya dipegang oleh pendiri ponpes itu sendiri. Namun di Al-Manar tidak demikian. Al-Manar dengan Yayasannya membagi-bagi jabatan dan tugasnya ke beberapa orang di luar badan pendiri Yayasan itu sendiri.” ungkap buya yang lahir dan dibesarkan di tanah suci Makkah al-Mukarromah ini.

“Secara formal Al-Manar memang beroperasi pada hari Sabtu-Pahing 1 Muharram 1412 H bertepatan 13 Juli 1991. Akan tetapi cikal bakal Al-Manar ini sebenarnya sudah ada semenjak tahun 1987 bermula dari pengajian setiap malam Ahad di rumah H. Abdul Ghani Abdullah (alm). Dari tangan beliaulah Al-Manar ini berdiri. Semoga amal jariyah beliau ini mendapatkan ridlo Allah SWT.” lanjut  buya yang juga menjabat sebagai ketua badan hisab dan rukyat Wilayah Muhammadiyah (PWM) propinsi Jambi ini.

Pada kesempatan itu juga, buya menyinggung tentang akan direvisinya waktu sholat subuh dan thulu’ (terbitnyaa Matahari, red) pada jadwal sholat sepanjang masa yang selama ini banyak beredar di masyarakat se-kabupaten Sarolangun khususnya dan Jambi pada umumnya.

Tidak ketinggalan pula, 3 santri cilik MDT (Madarash Diniyah Takmiliyah) Al-Manar ikut menyumbangkan 3 buah lagu anak2 yang digubah ke bahasa Arab, disamping pidato berbahasa arab yg diperagakan oleh santri kelas 2, Firtiyanti Romadhoni, yang pernah ikut lomba OS2N tingkat kabupaten. (QQ dan tim MADING “PesanTrend”)













Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Berikanlah Komentar Anda Disini Dengan Sopan dan Baik

BERITA KAMI DI FACEBOOK

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...