MERAJUT UKHUWWAH – MENEBAR SUNNAH
Selamat Datang di Majalah Dinding (MADING) "PesanTrend" kami <><><><><> Wadah kreativitas jurnalis santri (IJSMM) untuk meningkatkan semangat menulis dan berkreasi. <><><><><><><><><><> Semua karya disini adalah hasil olah-tangan jurnalis santri yang sedang belajar menekuni jurnalistik. Kritik dan saran untuk kebaikan kita bersama, senantiasa kami terima dengan tangan terbuka dan lapang dada....Akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati sajian kami.......
Salurkan Bantuan Anda Untuk Pembangunan PERLUASAN MASJID AL-MANAR
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pastisipasinya.


Kamis, 07 Februari 2013

KAWASAN PONTREN AL-MANAR TERENDAM AIR, KEGIATAN “PBM” MULAI TERGANGGU




                                            


Hujan yang mengguyur desa Karang Mendapo sejak Senin (4/2/13) siang hingga malam hari telah membuat para ustadz dan santri di dalam Pondok Pesantren Al-Manar waspada. Sign (tanda) kewaspadaan tersebut didasarkan pada debit air yang sudah mencapai tiang penyangga lantai di rumah ustadz Jarwoto dan aula Al-Manar. Akhirnya di hari Kamis ini (7/2/13) seluruh kawasan Pondok Pesantren Al-Manar sudah terendam air setinggi betis orang dewasa, akibat hujan dan luapan air sungai Muara Tembesi.
Kejadian ini diawali di hari Selasa malam (5/2/13) sedari maghrib hingga pagi harinya, hujan lebatpun terjadi sehingga sekitar pukul 10.00 malam itu ustadz Faizal Chakiem, SHi yang bertempat tinggal di kota Sarolangun. Ustadz yang menjabat sebagai kepala sekolah Aliyah Al-Manar tersebut meminta beberapa santriwan kelas VI untuk membantu memindahkan perabotan rumah tangganya lantaran air sudah memasuki rumahnya.
Saat itu juga Ridho bersama beberapa santriwan dengan mengendarai mobil dinas Al-Manar, langsung menuju Sarolangun. Sementara itu perabotan di rumah ustadz Jarwoto pun sudah dikemas olehnya dibantu beberapa santriwan lainnya yang memang sudah siap siaga. Demikian pula rumah ustadz Musta’in yang memang berdekatan dengan rumah ustadz Jarwoto, mulai bersiap-siap juga.
Meskipun kejadian ini belum separah peristiwa pada 18 Maret 2010 lalu namun kegiatan proses belajar mengajar (PBM) menjadi terganggu. Hingga berita ini dimuat, belum ada berita dari pihak yang berwenang di Pondok Pesantren Al-Manar, para santri akan dipulangkan (diliburkan) ke rumah masing-masing. 
Sementara itu menurut Kodri, salah seorang pemuda desa Karang Mendapo, tempat tinggal kepala desa Karang Mendapo pun terendam air akibat hujan yang turun hampir setiap hari tersebut. (QQ/PesanTrend)


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Berikanlah Komentar Anda Disini Dengan Sopan dan Baik

BERITA KAMI DI FACEBOOK

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...