MERAJUT UKHUWWAH – MENEBAR SUNNAH
Selamat Datang di "MEDIA AL-MANAR JAMBI" <><><><><> Wadah kreativitas jurnalis santri (IJSMM) untuk meningkatkan semangat menulis dan berkreasi. <><><><><><><><><><> Semua karya disini adalah hasil olah-tangan jurnalis santri yang sedang belajar menekuni jurnalistik. Kritik dan saran untuk kebaikan kita bersama, senantiasa kami terima dengan tangan terbuka dan lapang dada....Akhirnya kami mengucapkan selamat menikmati sajian kami.......
Salurkan Bantuan Anda Untuk Pembangunan Asrama Putri ke :
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) CABANG SAROLANGUN,
No.Rekening : 705.917.5828

CP : 0813.6606.0191 (Chaca Ruswana).
Konfirmasi Sumbangan/Bantuan Anda, silahkan klik disini.

Jumat, 20 Juni 2014

FARIS BQ DAN DAVID HADIRI PENUTUPAN DIKLAT JURNALISTIK SANTRI


Acara penutupan diklat Jurnalistik IJSMM pagi tadi (Jum’at, 20/6/14) memberikan nuansa tersendiri bagi peserta diklat, terutama bagi anggota baru IJSMM. Pasalnya mereka mendapatkan motivasi dari seorang penulis yang bertaraf nasional, Faris BQ dan David Khalilurrakhman, seorang blogger yang sudah terbiasa menjelajahi dunia digital/virtual (dumay).

Selasa, 17 Juni 2014

IJSMM ADAKAN DIKLAT JURNALISTIK

 


Sejak hari Selasa (17/6/14), Ikatan Jurnalistik Santri Ma’had Al-Manar (IJSMM) mengadakan DIKLAT Jurnalistik bagi para santri yang hobi menulis dan yang ingin mengenali dunia jurnalism.
Diklat yang berlangsung selama 4 hari, mulai pukul 08.00 sampai pukul 22.00 ini diikuti oleh 41 santri terdiri dari 29 santri calon anggota IJSMM dan 12 santri IJSMM, dibuka oleh pengasuh kesantrian, ust. Musta’in (mewakili Mudir Ma’had Al-Manar).
Tema Diklat tahun ini adalah “Menyiapkan Jurnalistik Santri Digital (Cyber Media) di Era Globalisasi dan Pasar Bebas.” Alasan memakai tema tersebut, menurut ust. A. Hasan selaku Pembina IJSMM karena kehadiran iptek seperti facebook, tweeter, blog dan jejaring social lainnya seringkali digunakan oleh para remaja dan pemuda untuk hal-hal yang kurang maksimal.
Sementara itu, menurut ust. Musta’in, jurnalistik bagi santri merupakan suatu keharusan. Dalam Islam, Jurnalistik sudah ada sejak zaman shahabat Nabi SAW hingga para ulama muta’akhkhirin kini.
“Ambil saja sebuah contoh Imam Bukhari. Beliau adalah jurnalistik handal yang banyak membawa manfaat bagi Islam berupa kitab hadits. Bahkan karya beliau itu akan selalu dipakai umat manusia hingga akhir zaman besok. Bayangkan berapa banyak pahala beliau, hanya dengan jurnalistik.” Ujar pengasuh kesantrian dengan penuh semangat.
Disisi lain, ust. Musta’in menyinggung kebiasaan para remaja dan pemuda Muslim yang suka berselancar di dumay.
“Masa otw ke pasar saja, lupa berbedak saja, perut mules, atau mencret diupdate di status FB.” Lanjutnya. Ini kan nggak keren. Makanya saya berharap gunakanlah hasil iptek ini untuk berdakwah tentang Islam.
Dalam Diklat tersebut, ada 3 materi utama yang akan diterima para peserta yaitu dakwah Islam, manajemen organisasi dan dasar-dasar jurnalistik. Pematerinya pun cukup dikenal, ust. Chaca Ruswana SEI (pernah di bank Mandiri Syariah), ust. Musyrofah MI, SPdI (aktivis PKS) dan ust. A. Hasan (Pembina IJSMM yang pernah menjadi peserta diklat Jurnalistik Tingkat Nasional).
Info terakhir yang diperoleh Panpel (Isnu Hidayat), direncanakan sang penulis “Letters From Turkey” (Faris BQ) akan ikut mengisi acara tersebut di saat penutupan nanti.

“Kami mendahului seluruh kegiatan sekolah seperti MOS dan Safari Ramadhan, biar kami bisa mempersiapkan tim pemburu berita di saat MOS dan Safari Ramadhan itu dilaksanakan.” Pungkas Pembina IJSMM.

(QQ dan Tim MADING “PesanTrend”)

Senin, 12 Mei 2014

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1435 H = 2014 M, KAB. SAROLANGUN - JAMBI

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435 H = 2014 M ini berlaku untuk wilayah Kabupaten Sarolangun khususnya dan wilayah Provinsi Jambi pada umumnya.
Bagi anda yang membutuhkan jadwal imsakiyah tersebut, silahkan mengunduhnya disini.
Bagi anda yang membutuhkan putusan PP Muhammadiyah tentang Hasil Hisab Ramadhan, Syawwal dan Dzulhijjah 1435 H , silahkan mengunduhnya disini.

Minggu, 11 Mei 2014

WISUDA SANTRI ANGKATAN KE-18


Bertempat di aula Ma’had Al-Manar, pelaksanaan wisuda santriwan dan santriwati angkatan ke-18 tahun 1435 H pagi tadi (Ahad, 11/5/14) secara resmi digelar secara sederhana dan semarak. Para wali santri dan undangan lain yang hadir, mendapatkan tausiyah dari pengasuh, ust. Musta’in dan dari pimpinan Ma’had Al-Manar,  buya Abdullah Shoefie.
Dengan mengutip firman Allah SWT di dalam Qur’an surah An-Nahl ayat 92 ust. Musta’in memberikan wejangan kepada para alumni angkatan ke-18 ini agar para alumni jangan bersikap seperti perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat. Janganlah jalinan benang yang sudah dipintal selama 6 tahun di Al-Manar ini, dicerai-beraikan lagi setelah menjadi alumni Al-Manar, jangan dihilangkan begitu saja.
Sementara buya Abdullah Shoefie sendiri lebih banyak menceritakan kembali sejarah suka dukanya Ma’had Al-Manar semenjak dioperasionalkan, 1 Muharram 1412 H (13 Juli 1991) hingga dewasa ini. Keinginan luhur H. Abdul Ghani Abdullah (allahuyarham) untuk menegakkan pondok pesantren hingga memasuki seperempat abad ini betul-betul diuji dalam berbagai bentuk sehingga selalu dihantui sikap “pesimis”.
Namun syukur Alhamdulillah, Al-Manar sudah melepaskan banyak alumni. Di wilayah Jakarta saja, tak kurang 30-an alumni menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi negeri maupun swasta. Di Jogja, sekitar 15-an alumni sedang meraih sarjananya, disamping ada juga yang di wilayah Prov. Jambi, Bengkulu dan Padang.
Hingga kini sudah tercatat 5 alumni bergelar S-2, sementara ada 1 alumni yang sedang studi untuk meraih gelar S-3 di Turki. Kiprah mereka di masyarakat pun cukup beragam, mulai dari guru non PNS dan PNS, konsultan pendidikan nasional, pertambangan (migas) hingga kepala desa.
Oleh karena itu, bapak Misyanto selaku wakil dari wali santri alumni angkatan ke-18 ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh asatidz yang telah memberi bekal ilmu kepada anak-anak dan membimbing mereka selama 24 jam penuh.
Santri yang berpredikat santri terbaik diraih oleh RANIA, dari Gurun Tuo. Tak ketinggalan pula dalam memeriahkan acara pelepasan tersebut, beberapa santri cilik dari MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah) Al-Manar menyumbangkan nasyidnya buat kakak-kakak mereka yang akan meninggalkan Ma’had ini.

(Tim MADING “PesanTrend”)











BERITA KAMI DI FACEBOOK

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...